29 September 2013 0 comments

Assalamualaikum....

Salam Perjuangan buat semua..
Kewajipan lebih banyak dari waktu yang kita miliki.... Masyaallah.
Setulusnya saya sangat-sangat bersetuju dengan ungkapan di atas. Ungkapan yang penuh dngan maksud tersirat. Siapakah kita untuk menafikan ayat-ayat Allah di dalam Al Quran seperti di dalam surah Al Asr ayat 1-3 yang menceritakan perihal waktu. Bagaimana kita menjadi orang yang rugi dengan tidak menghargainya. Dan bagaimana pula yang dikatakan golongan yang beruntung dengannya?



 Imam Syahid Hasan Al Banna mengatakan bahawa waktu adalah kehidupan. Tambahan lagi kewajiban yang mesti kita tunaikan jauh lebih banyak dari waktu yang kita miliki. Apabila kita amati sebenar-benarnya kita hampir-hampir tidak memiliki kesempatan selain harus  menunaikan terlebih dulu kewajiban-kewajiban yang diamanahkan kepada kita. Amanah di tempat kerja, amanah dalam berorganisasi, amanah di dalam jemaah dan pelbagai lagi. Begitu juga dengan waktu rehat, aktiviti-aktiviti bersama keluarga juga adalah kewajiban. Kerana pada tubuhmu ada hak dan pada keluargamu juga ada hak. Maka adalah kewajiban kita memberi hak untuk berehat serta makanan bagi tubuh dan hak untuk mendapat perhatian dari orang yang dipertanggungjawabkan dengan sewajarnya.



Namun kerehatan dan hak untuk bersuka ria bersama keluarga bukanlah sangat mutlak sehinggakan kita mengabaikan kewajiban yang lebih besar. Keutamaan bagi sesuatu kewajiban juga perlu diteliti dan diambil kira supaya semuanya dapat dilunaskan engan sebaiknya.

Pernah suatu masa kita menghadapi saat yang begitu genting, menekan dan waktu yang cukup padat. Masalah datang bertimpa-timpa dan kerja datang bertubi-tubi yang mendesak kita menyelesaikannya dan memikirkannya.Saat itulah kita akan merasakan setiap detik waktu adalah sangat berharga dan sesaat pun kita tidak akan sia-siakan. 


Jadi, pengurusan masa dengan strategik amat perlu supaya pelan yang dirancang dapat diikuti dengan baik dan kita tidak berasa stress dengan amanah kerja yang diberikan.



1. Tetapkan jadual rutin seharian seperti waktu beribadah, waktu makan dan rehat juga waktu untuk menuntut ilmu.



2.Kerja hari ini jangan ditunda keesokan hari.Jika sesuatu kerja tidak dapat dijalankan sendiri, maka mintalah pertolongan dari orang yang selayaknya.



3.Tunda dulu daripada menerima amanah yang baru jika masih disibukkan oleh kewajiban lain dan tidak yakin mampu untuk menyelesaikannya dalam jangka masa yang ditetapkan.



4.Sedaya upaya untuk menghindarkan diri dari aktiviti yang tidak berfaedah dan melalaikan kita daripada melaksanakan kerja yang diamanahkan. Lawan rasa malas dengan kesungguhan dan keikhlasan.



5.Belajarlah daripada pengalaman dan kesilapan masa lalu supaya kita dapat manfaatkan waktu dengan lebih efektif di masa akan datang.



6. Jangan jemu untuk berdoa dan mengadu pada Allah agar diberikan kita ilmu untuk menyingkap waktu secara benar dan bermohonlah agar kita diberikan kesanggupan untuk mengisi waktu dengan kewajiban-kewajiban, amanah dan kebajikan.



Firman Allah taala:

... وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“… dan bertaqwalah kalian kepada Allah, pasti allah akan ajarkan kalian” (QS. 2:282)

.

.