04 November 2008 Tags: 0 comments

::Bicara sebuah jasad::

Bulan Zulkaedah menggamit kembali dan lambaian kesucian syawal turut pergi meninggalkan insan-insan yang melata di sekitarnya.Ini bermakna madrasah Ramadhan telah menghampiri dua purnama meninggalkan hamba-hamba yang beriltizam dan mujtahid sepanjang kedatangannya,lantas turut menuruti perintah yang Maha Agong mengabdi diri mendamba keredhaan Sang Pencipta.

Dikala fajar hari ini menjelma,si hamba yang merindui kasih sejati turut melafaz kalimah toyyibah
Ya Hayyu Ya Qayyum Ya Zaljalali wal ikram,asbahna ala fitratil Islam.Alhamdulillah hati yang sentiasa berbolak balik ini masih setia pada nur yang disuluh cahaya kebenaran.

Dan dikala Zulkaedah ini juga hamba masih mentajdid janji pada pencipta,nikmat Islam dan Iman yang tiada terhitung nilaiannya ini akan sentiasa dipasak padu pada jasad kosong yang dipandu oleh Si Pemandu Agong.

Sahabat pengubat kalbu,
Pada jasad kosong ini tiada baginya daya dan upaya untuk melaksanakan segala yang menjadi keceriaan hatimu malah padanya telah terkumpul segala kesakitanmu.Tiada kudrat untuk membangkit jiwamu dan meransang kewibawaan kalian.Namun jauh di dasar latifah rabbaniah ini keinginan untuk terus berupaya mendampingimu yang ku tahu padamu dan kalian terputik cahaya baru buat jasad kosong ini,lantas terus bertunas dan segar di dasarnya.

Kesaktian ikatan mahabbah wa rahmah ini terlalu bermakna buat jasad ini sehinggakan dikau dan kalian mampu membentuk jiwa dan jasad ini untuk terus bersama-sama kehebatan kalian menjadi penyambung mata-mata rantai utusan mulia dalam mendidik jiwa ini dan jiwa-jiwa yang dipandu Si Pemandu Agong.Sesungguhnya ungkapan sakti dari bibirmu juga gerak langkahmu mendorongku agar kuterus gigih dan tabah menyusuri jalan yang terbentang permaidani duri dan tuba.Namun segalanya ku gagahi demi mengangkat dan meletakkan pegangan Quran dan sunnah Pencipta Agong sebagai dustur.

Laut mana tidakkan bergelora, awan mana yang tidak akan menurunkan hujan malah jiwa-jiwa mana yang tidak pernah melepaskan hazan.Demikian juga ikatan ini,kekadang gelora jiwa-jiwa suci ini mampu memunahkan ikatan mahabbah dan rahmah ini andai tidak dibendung dengan kesucian iman dan amal Islami.Kerana itulah jasad kosong ini pernah melepaskan nanarnya pada jiwa-jiwa suci rafikku.

Jantung hatiku,
Kukira dikau dan kalian memahami maksudku.Sesungguhnya mengenalimu dan kalian merupakan rahmat terbesar buat jasad ini.Pohon maaf atas kekhifan dari jiwa yang tidak terlepas dari kesalahan dan dosa.Sesungguhnya,latifah rabbaniahku tidak mampu untuk melupakan mu malah tidak sekali-kali.Syukran rabbi atas rahmat persahabatan.

No Response to "::Bicara sebuah jasad::"

.

.