04 November 2013 0 comments

Pejuang Yang Hina


Dilantunkan oleh K.H. Rahmat Abdullah pada Deklarasi Parti
Keadilan

Lapangan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 09 Agustus 1998, yang
diiringi oleh titisan air mata hadirin.


Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antara kami
Rukunkan antara hati kami
Tunjuki kami jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran
terhadap sesama hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar
Wahai yang menyambung segala yang patah
Wahai yang menemani semua yang tersendiri
Wahai pengaman segala yang takut
Wahai penguat segala yang lemah
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak
Engkau Maha Tahu dan melihatnya

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada
kami

"ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala
kasih"

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu
Adil pasti atas kami keputusan-Mu

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung
Sebagai musim bunga hati kami
Cahaya hati kami
Pelipur sedih dan duka kami
Pencerah mata kami

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang
menenggelamkan dunia

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang
marak menyala

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan
laut yang mengancam nyawa

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan
oleh kafir durjana

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu
wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik
khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam,
dan perut ikan

Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan
dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-
Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan
yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami

Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal
usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu
Muhammad SAW di padang mahsyar nanti
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang
memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis
dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati,
ummatku ummatku
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua
kekayaan demi perjuangan
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan
kekayaan

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami
da'i penyeru iman
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini
Kepada generasi berikut kami
Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai
kesinambungan ini
Dengan sikap malas dan enggan berda'wah
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa

12 October 2013 0 comments

Peranan Wanita Muslimah

Jika kita membaca Al-Qur’an, maka dapat kita ketahui bahawa penciptaan Nabi Adam as. bersamaan dengan ibu Hawa, yang berfungsi sebagai isteri dan kawan hidup beliau. Kita mengetahui kisah isteri Fir’aun, yang dapat mencegah Fir’aun dalam niatnya untuk membunuh Nabi Musa as. Sebagaimana tercantum dalam firman Allah swt.: “Dan berkatalah isteri Fir’aun, ‘(Ia) biji mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut menjadi anak, sedangkan mereka tidak menyedari.” (Q.s. Al-Qashash: 9).
 
               
Kita semak kisah dimana ada dua wanita di kota Madyan, keduanya putri Asy-Syekh Al-Kabir, yang diberi air minum oleh Nabi Musa as. Kemudian kedua wanita tersebut mengusulkan kepada ayahnya, supaya memberi pekerjaan kepada Nabi Musa as. kerana beliau memiliki amanah (dapat dipercaya) dan fizikalnya kuat. Sebagaimana yang tertera dalam firman Allah swt.:
 
               
“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, ‘Wahai Bapaku, ambillah dia sebagai orang yang bekerja (kepada kita), kerana sesungguhnya orang yang terbaik, yang kamu ambil untuk bekerja (kepada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya’.” (Q.s. Al-Qashash: 26).
 
              
 Kita semak lagi kisah ratu Balqis di negeri Yaman, yang terkenal adil dan memiliki jiwa demokrasi. Ratu ini setelah menerima surat dari Nabi Sulaiman as. yang isinya seruan untuk taat kepada Allah dan menyembah kepada-Nya, lalu dia meminta pendapat kepada kaumnya dan bermusyawarah untuk mengambil sebuah keputusan bersama.
 


Firman Allah swt.:
 
               
“Berkata dia (Balqis), ‘Hai para pembesar, berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini), aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majlis(ku).’
 
               
Mereka menjawab, ‘Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang luar hiasa (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah yang akan kamu perintahkan’.” (Q.s. An-Naml: 32-33).
 
               
Kemudian dia berkata, sebagaimana yang telah difirmankan Allah swt.:
 

“Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri nescaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia menjadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.” (Q.s. An-Naml: 34).
 

Kesimpulan dari pendapat ratu tersebut ialah bahawa penguasa-penguasa di dunia ini jika mereka hendak menguasai suatu negeri, maka mereka akan merosak dua hal, iaitu merosak negara dan moral penduduknya.
 
               
Oleh kerana itu, di dalam Al-Qur’an telah disebutkan nama-nama wanita selain wanita-wanita yang tersebut di atas, yang ada hubungannya dengan kisahnya masing-masing. Misalnya, ibu Nabi Isa as, Maryam Al-Batul.
 

Peranan Wanita Pada Masa Nabi Muhammad saw.
 

Adapun peranan wanita pada masa hidupnya Nabi Muhammad saw. yang kita kenal ialah yang memelihara Nabi saw, iaitu Aminah ibu beliau; yang menyusuinya, Halimah As-Sa’diyah; dan yang menjadi hadina (pengasuh) bagi beliau, Ummu Aiman r.a. dari Habasyah.
 

Nabi saw. telah bersabda, “Bahawa dia adalah ibuku setelah ibuku sendiri.”
 

Kemudian kita kenal Siti Khadijah binti Khuwailid r.a, wanita pertama yang beriman dan membantunya, Siti Aisyah, Ummu Salamah, dan lain-lainnya, dari Ummahaatul Mukminiin (ibu dari kaum Mukmin), isteri-isteri Nabi, dan isteri-isteri para sahabat Rasulullah saw.
 

Aktiviti Wanita Masa Kini
 

Sebenarnya, usaha (kiprah) kaum wanita cukup luas meliputi berbagai bidang, terutama yang berhubung dengan dirinya sendiri, yang diselaraskan dengan Islam, dalam segi akidah, akhlak dan masalah yang tidak menyimpang dari apa yang sudah digariskan atau ditetapkan oleh Islam.
 

Wanita Muslimat mempunyai kewajipan untuk memperkuat hubungannya dengan Allah dan menyucikan fikiran serta wataknya dari sisa-sisa pengaruh fikiran Barat.
 

Harus mengetahui cara menangkis serangan-serangan kebatilan dan syubuhat terhadap Islam.
 

Harus diketahui dan disedari hal-hal yang melatarbelakanginya , mengapa dia harus menerima separuh dari bahagian yang diterima oleh kaum laki-laki dalam masalah hak waris? Mengapa saksi seorang wanita itu dianggap separuh dari laki-laki? Juga harus memahami hakikatnya, sehingga iman dan Islamnya bersih, tiada keraguan lagi yang menyelimuti benak dan fikirannya.
 

Dia harus menjalankan secara keseluruhan mengenai akhlak dan perilakunya, sesuai dengan yang dikehendaki oleh Islam. Tidak boleh terpengaruh oleh sikap dan perilaku wanita non-Muslim atau berfahaman Barat. Kerana mereka bebas dari fikiran dan peraturan-peraturan sebagaimana yang ada pada agama Islam. Mereka tidak terikat pada perkara halal dan haram, baik dan buruk.
 
               
Ramai diantara kaum wanita yang meniru mereka secara buta, misalnya memanjangkan kuku yang menyerupai binatang buas, pakaian mini, tipis (transparan) , atau setengah telanjang, dan sebagainya. Cara yang demikian itu adalah meniru orang yang buta akan hal-hal terlarang.
 
               
 Nabi saw. telah bersabda:
 

 ”Janganlah kamu menjadi orang yang tidak mempunyai pendirian dan berkata, ‘Aku ikut saja seperti orang-orang itu. Jika mereka baik, aku pun baik; jika mereka jahat, aku pun jadi jahat.’ Tetapi teguhkan hatimu dengan keputusan bahawa jika orang-orang melakukan kebaikan, maka aku akan mengerjakannya; dan jika orang-orang melakukan kejahatan, maka aku tidak akan mengerjakan.”
 

Peranan Wanita Dalam Keluarganya
 

Di dalam Al-Qur’an telah ditetapkan, semua penetapan dan perintah ditujukan kepada kedua pihak, laki-laki dan wanita, kecuali yang khusus bagi salah satu dari keduanya. Maka, kewajipan bagi kaum wanita di dalam keluarganya ialah menjalankan apa yang diwajibkan baginya.
 
               
Jika dia sebagai anak, kemudian kedua orangtuanya atau salah satunya menyimpang dari batas yang telah ditentukan oleh agama, maka dengan cara yang sopan dan bijaksana, dia harus mengajak kedua orangtuanya kembali ke jalan yang baik, yang telah menjadi tujuan agama, disamping tetap menghormati kedua orangtua.
 

Wajib bagi setiap wanita (para isteri), iaitu membantu suaminya dalam menjalankan perintah agama, mencari rezeki yang halal, menerima dan mensyukuri yang dimilikinya dengan penuh kesabaran, dan sebagainya.
 
               
Wajib pula bagi setiap ibu, mengajar anak-anaknya taat kepada Allah, yakni dengan menjauhi larangan-Nya dan menjalankan perintah-Nya, serta taat kepada kedua orangtuanya.
 

Kewajipan bagi setiap wanita terhadap kawan-kawannya yang seagama, iaitu menganjurkan untuk membersihkan akidah dan tauhidnya dari pengaruh di luar Islam; menjauhi faham-faham yang bersifat merosak dan menghancurkan sendi-sendi Islam dan akhlak yang luhur, yang diterimanya melalui buku, majalah, filem, dan sebagainya.
 

Dengan adanya tindakan-tindakan di luar Islam, yang ditimbulkan oleh sebahagian kaum Muslimin terhadap wanita yang kurang bijaksana dan insaf, maka hal inilah yang menyebabkan terpengaruhnya mereka pada peradaban Barat dan fahaman-fahamannya.
 
               
Harus diakui, bahawa hak-hak wanita di sebahagian masyarakat Islam belum diberikan secara penuh.
 
               
Harus diketahui pula, bahawa suara pertama dari kaum wanita dalam menguatkan dakwah dan risalah Muhammad saw. ialah suara Khadijah binti Khuwailid r.a. kepada Rasulullah saw.:
 

“Demi Allah, Tuhan tidak akan mengecewakan engkau sama sekali. Sesungguhnya engkau bersilaturrahim, menghubungi keluarga dan mengangkat beban berat, memberi kepada orang yang tidak punyai, menerima dan memberi (menghormati) kepada tamu, serta menolong orang-orang yang menderita.”
 
               
Ketika Rasulullah saw. melintasi mereka, dan melihat mereka dalam keadaan disiksa, lalu Rasulullah saw. berkata kepada mereka, “Sabarlah wahai Al-Yasir, sesungguhnya kita nanti akan bertemu di syurga.”
 
                
Keterangan: Artikel ditulis oleh Dr. Yusuf Al-Qardhawi. Dikutip dari Majalah “Al-Ummah,” no. 66, Pebruari 1986, hlm. 40-5.

29 September 2013 0 comments

Assalamualaikum....

Salam Perjuangan buat semua..
Kewajipan lebih banyak dari waktu yang kita miliki.... Masyaallah.
Setulusnya saya sangat-sangat bersetuju dengan ungkapan di atas. Ungkapan yang penuh dngan maksud tersirat. Siapakah kita untuk menafikan ayat-ayat Allah di dalam Al Quran seperti di dalam surah Al Asr ayat 1-3 yang menceritakan perihal waktu. Bagaimana kita menjadi orang yang rugi dengan tidak menghargainya. Dan bagaimana pula yang dikatakan golongan yang beruntung dengannya?



 Imam Syahid Hasan Al Banna mengatakan bahawa waktu adalah kehidupan. Tambahan lagi kewajiban yang mesti kita tunaikan jauh lebih banyak dari waktu yang kita miliki. Apabila kita amati sebenar-benarnya kita hampir-hampir tidak memiliki kesempatan selain harus  menunaikan terlebih dulu kewajiban-kewajiban yang diamanahkan kepada kita. Amanah di tempat kerja, amanah dalam berorganisasi, amanah di dalam jemaah dan pelbagai lagi. Begitu juga dengan waktu rehat, aktiviti-aktiviti bersama keluarga juga adalah kewajiban. Kerana pada tubuhmu ada hak dan pada keluargamu juga ada hak. Maka adalah kewajiban kita memberi hak untuk berehat serta makanan bagi tubuh dan hak untuk mendapat perhatian dari orang yang dipertanggungjawabkan dengan sewajarnya.



Namun kerehatan dan hak untuk bersuka ria bersama keluarga bukanlah sangat mutlak sehinggakan kita mengabaikan kewajiban yang lebih besar. Keutamaan bagi sesuatu kewajiban juga perlu diteliti dan diambil kira supaya semuanya dapat dilunaskan engan sebaiknya.

Pernah suatu masa kita menghadapi saat yang begitu genting, menekan dan waktu yang cukup padat. Masalah datang bertimpa-timpa dan kerja datang bertubi-tubi yang mendesak kita menyelesaikannya dan memikirkannya.Saat itulah kita akan merasakan setiap detik waktu adalah sangat berharga dan sesaat pun kita tidak akan sia-siakan. 


Jadi, pengurusan masa dengan strategik amat perlu supaya pelan yang dirancang dapat diikuti dengan baik dan kita tidak berasa stress dengan amanah kerja yang diberikan.



1. Tetapkan jadual rutin seharian seperti waktu beribadah, waktu makan dan rehat juga waktu untuk menuntut ilmu.



2.Kerja hari ini jangan ditunda keesokan hari.Jika sesuatu kerja tidak dapat dijalankan sendiri, maka mintalah pertolongan dari orang yang selayaknya.



3.Tunda dulu daripada menerima amanah yang baru jika masih disibukkan oleh kewajiban lain dan tidak yakin mampu untuk menyelesaikannya dalam jangka masa yang ditetapkan.



4.Sedaya upaya untuk menghindarkan diri dari aktiviti yang tidak berfaedah dan melalaikan kita daripada melaksanakan kerja yang diamanahkan. Lawan rasa malas dengan kesungguhan dan keikhlasan.



5.Belajarlah daripada pengalaman dan kesilapan masa lalu supaya kita dapat manfaatkan waktu dengan lebih efektif di masa akan datang.



6. Jangan jemu untuk berdoa dan mengadu pada Allah agar diberikan kita ilmu untuk menyingkap waktu secara benar dan bermohonlah agar kita diberikan kesanggupan untuk mengisi waktu dengan kewajiban-kewajiban, amanah dan kebajikan.



Firman Allah taala:

... وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“… dan bertaqwalah kalian kepada Allah, pasti allah akan ajarkan kalian” (QS. 2:282)

23 June 2013 0 comments

Random

Assalamualaikum dan salam ziarah..
Hari ini 14 Syaaban 1434 H, kiranya petang ini sudah masuk ke Nisfu Syaaban yang mana bagi umat Islam ianya adalah hari buku catatan amalan kita selama setahun diangkat ke langit dan diganti dengan buku catatan yang baru.

Saiyidatina Aisyah r.a. meriwayatkan bahawa Nabi S.A.W tidak tidur pada malam itu sebagaimana yg tersebut dalam sebuah hadis yg diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi r.a:

“Rasulullah S.A.W telah bangun pada malam (Nisfu Syaaban) dan bersembahyang dan sungguh lama sujudnya sehingga aku fikir beliau telah wafat. Apabila aku melihat demikian aku mencuit ibu jari kaki Baginda S.A.W dan bergerak. Kemudian aku kembali dan aku dengar Baginda S.A.W berkata dlm sujudnya, “Ya Allah aku pohonkan kemaafanMu daripada apa yg akan diturunkan dan aku pohonkan keredhaanMu daripada kemurkaanMu dan aku berlindung kpdMu daripadaMu. Aku tidak dapat menghitung pujian terhadapMu seperti kamu memuji diriMu sendiri.”

Baginda Rasulullah sendiri telah menggalakkan kita agar beramal pada malam kemuliaan nisfu syaaban dengan sabdanya
Ertinya : “ Apabila tiba malam Nisfu Syaaban , maka hendaklah kalian bangun pada malamnya (melakukan ibadat) dan berpuasa pada siangnya, ini kerana Allah swt (turun merahmati hamba-hambaNya) pada malam tersebut mulai dari terbenamnya matahari ke langit dunia. Allah swt berfirman ” Adakah dari kalangan hamba-hambaKu yang memohon keampunan, maka akan Ku ampunkannya. Adakah dari kalangan mereka yang memohon rezeki , maka akan Ku turunkan rezeki untuknya. Adakah dari kalangan mereka orang yang ditimpa bala, maka akan Ku sejahterakannya. Adakah dari kalangan mereka yang begini dan adakah dari kalangan mereka yangt begini sehinggalah terbit Fajar “.

Setelah Baginda S.A.W selesai sembahyang, Baginda berkata kpd Saiyidatina Aisyah r.a.

“Malam ini adalah malam Nisfu Syaaban. Sesungguhnya Allah Azzawajjala telah datang kepada hambanya pada malam Nisfu syaaban dan memberi keampunan kepada mereka yg beristighfar, memberi rahmat ke atas mereka yg memberi rahmat dan melambatkan rahmat dan keampunan terhadap orang2 yg dengki.”

****************************************************************************
Sebenarnya ingin membawa kisah hari ini yang rata-rata tempat dilanda jerebu. Dalam whatsapp saya juga rata-rata sanak saudara post gambar jerebu di tempat masing-masing.

Di Johor Bharu
Di Pekan Pahang
Di KUIS
Di dalam Al Quran juga ada diceritakan berkenaan dengan asap atau jerebu ini di dalam Surah Ad Dukhan yang bermaksud asap. yang menceritakan mengenai tanda-tanda hari kiamat.
“Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.” (Ad-Dukhan: 10-11)

Dukhan (asap) ini akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.

Al-Qurthubi rahimahullahu berkata: “Mujahid rahimahullahu ...berkata: ‘Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dahulu berkata: Itu adalah dua asap. Salah satunya telah terjadi. Adapun yang belum terjadi, asapnya akan memenuhi antara langit dan bumi. Asap itu akan menyebabkan seorang yang beriman akan terkena semacam selesma, sedangkan orang kafir akan tembus pendengarannya’.”
(Diambil dari Asyrathus Sa’ah, hal. 383-388)
********************************************************************************

Jadi marilah kita mengambil kesempatan di bulan Syaaban ini bermunajat kepada Allah semoga Allah menerima amal ibadah kita, juga bertaubat dengan sebenar-benar taubat kerana kiamat akan datang bila-bila masa.
Apabila tanda-tanda besar telah tiba, maka segala amalan dan taubat kita tidak akan berguna lagi.. Wallahu alam.

22 June 2013 0 comments

WANITA DALAM PERJUANGAN ISLAM: BERSEMANGAT DAN BERISTIQAMAH

Memperjuangkan Islam bukanlah suatu perkara mudah kerana terbukti di dalam sejarah bahawa Islam tertegak dengan mengalirnya darah para syuhada serta airmata balu-balu dan anak-anak yang mereka tinggalkan.

Memperjuangkan Islam bukanlah suatu perkara mudah kerana terbukti di dalam sejarah bahawa Islam tertegak dengan mengalirnya darah para syuhada serta airmata balu-balu dan anak-anak yang mereka tinggalkan. Perjuangan Islam menuntut bukan setakat masa, tetapi jiwa dan raga, pengorbanan dari segi harta dan kedudukan malah adakalanya menghambat nyawa. Firman Allah di dalam surah Al-Hujurat ayat 15 yang bermaksud:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman iaitu orang yang yakin dan percaya kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian tidak syak dan ragu-ragu (terhadap ajaran Allah dan Rasul-Nya) dan mereka berjihad dengan harta benda mereka dan jiwa raga mereka kepada jalan Allah, mereka itulah orang yang sebenar-benarnya (pengakuan imannya)”

Itulah semangat yang ditunjukkan oleh umat-umat Islam terdahulu dan segelintir pejuang-pejuang Islam sekarang tanpa mengira lelaki ataupun perempuan. Malah orang yang mula-mula syahid dalam mempertahankan Islam pada zaman Rasulullah s.a.w adalah seorang wanita, Sumaiyah dari keluarga Yasir.

Jika kita mengkaji sejarah awal Islam, apa yang ditekankan oleh Rasulullah s.a.w ialah penghayatan kepada kalimah tauhid dan pembersihan dari sebarang bentuk syirik. Terbukti insan-insan yang bersih hatinya dari kesyirikan serta jelas ilmu mereka mengenai ketauhidan Allah s.w.t, dapat memperjuang dan mempertahankan Islam walau datang beribu rintangan sekali pun.

Insan-insan dari jenis inilah yang perlu ada di kalangan pejuang-pejuang Islam kini, termasuk wanita. Peranan wanita adalah amat penting dan besar sekali dalam perjuangan Islam kerana mereka merupakan pendidik anak-anak yang boleh dibentuk menjadi satu generasi pembela Islam yang amat diperlukan.

Sifat fizikal wanita yang lebih lemah daripada kaum lelaki terbukti bukanlah satu alasan untuk tidak terbabit dalam memperjuangkan Islam. Tetapi tanggungjawab menegakkan Islam turut terpikul di bahu mereka, mengikut kemampuan serta batasan yang ditentukan Allah s.w.t.

Bila memperkatakan wanita dalam perjuangan Islam, maka biasanya kita tidak dapat lari dari peranan yang mereka mainkan dalam membentuk keluarga muslim. Dari unit keluargalah tanggungjawab mereka bermula. Mendidik anak-anak memahami erti Islam sebenar, menyemai benih iman sejak kecil, mencorakkan akhlak mulia, selanjutnya menanamkan semangat memperjuangkan dan mempertahankan Islam dalam diri mereka.

Tugas ini tidak sepatutnya dilihat sebagai tugas umum wanita, iaitu mendidik anak-anak serta menguruskan rumahtangga. Tetapi wajar dititik beratkan sebagai tanggungjawab muslimah dan sumbangan atau jihad mereka dalam Islam. Bila tugas-tugas ini dikaitkan dengan jihad Islam, maka sewajarnya ia dijalankan dengan penuh kerelaan dan dipikul sebaik-baiknya.

Urusan mewujudkan rumahtangga muslim dan mendidik generasi Islam yang beriman, berakhlak mulia serta bersemangat jihad merupakan tugas utama wanita. Bagaimanapun tidak bermakna mereka tidak boleh memperjuangkan Islam dengan cara lain bila keadaan memerlukan.

Pada zaman Rasulullah s.a.w para muslimat bukan hanya berfungsi sebagai penghias rumah atau melahirkan zuriat semata-mata. Tetapi mereka berperanan membantu kaum lelaki dalam jihad menegakkan Islam, meniup semangat kepada mereka dengan meredhai perjuangan suami malah bila diperlukan mereka bersama-sama kaum lelaki dalam pertempuran.

Begitulah semangat perjuangan yang mereka tunjukkan, mereka pertahankan agama Allah dengan nyawa dan bukan sekadar seorang suami, bapa, anak-anak atau saudara sedarah sedaging.

Sekiranya sekarang kita dapat mewujudkan muslimah-muslimah sebegini, Insya-Allah satu generasi pejuang Islam yang tidak gentar menghadapi musuh dapat dibentuk.

Peranan wanita dalam memperjuangkan Islam tidak sepatutnya hanya tertumpu kepada soal rumahtangga semata-mata. Apakah peranan yang sepatutnya dimainkan oleh mereka yang masih belum bersuami, tidak mempunyai anak atau anak-anaknya sudah dewasa dan tidak memerlukan banyak penjagaan lagi?

Tenaga mereka amat diperlukan dalam perjuangan Islam. Mereka boleh bergiat dalam masyarakat, menjalankan dakwah; memberi kesedaran dan ilmu Islam kepada masyarakat sejenisnya yang masih belum mengenali Islam. Perkara ini amat perlu ditekankan kerana terdapat kecenderungan di kalangan ahli jamaah yang meluangkan waktu untuk mempengaruhi ahli jamaah Islam lain untuk menyertai jamaahnya. Tindakan seumpama ini tidak langsung menguntungkan Islam, kerana dakwah Islam perlu sampai kepada semua peringkat masyarakat, terutama mereka yang masih belum memahami apakah Islam sebenar.

Wanita perlu didedahkan dengan masalah sebenar masyarakat Islam dalam menghadapi musuh. Mereka perlu menyedari bahawa wanita mempunyai kuasa dan tenaga tersendiri untuk memperjuangkan dan melaksanakan Islam dalam berbagai bidang, termasuk dalam menegakkan Daulah Islamiyyah.

Tidak timbul persoalan bahawa bidang politik adalah bidang orang lelaki kerana setiap muslim atau muslimah itu mempunyai tanggungjawab masing-masing untuk sama-sama berusaha untuk menegakkan sebuah negara Islam. Firman Allah di dalam surah at-Taubah ayat 71 yang bermaksud:

“Dan orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan sebahagian mereka adalah menjadi penolong keatas sebagaian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sembahyang menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”


Di dalam negara yang majoriti undinya adalah di tangan wanita, para muslimah hendaklah lebih giat membantu kaum lelaki dengan memberi kesedaran kepada kaum sejenisnya untuk memberi sokongan kepada golongan yang memperjuangkan Islam. Mereka perlu menyakinkan golongan yang masih tidak menyedari atau meyakini bahawa pemerintahan berteraskan Islam adalah yang terbaik.

Untuk menjalankan usaha ini, para Muslimat hendaklah membuat persediaan awal. Kerja-kerja dakwah sebegini tidak mungkin dapat berjalan lancar sekiranya kita tidak mempunyai ilmu dan hikmah. Kerana tanpa ilmu dan hikmah, bukan sahaja kita tidak mampu meyakinkan mereka, tetapi mungkin juga membawa perpecahan.

Selain itu juga, muslimah-muslimah yang terbabit dalam memperjuangkan Islam mestilah sentiasa beristiqamah dengan perjuangan. Tidak bersikap hangat-hangat tahi ayam, aktif semasa bujang, tetapi meninggalkan terus perjuangan setelah berumahtangga.

Alangkah ruginya jamaah sekiranya ramai muslimat bersikap begini. Mereka hendaklah terus berjuang sedaya mungkin kerana kerja-kerja dakwah itu tidak sepatutnya terhenti atas alasan sudah berkahwin. Yang penting ialah mereka bijak mengurus masa dan tidak mengabaikan tanggungjawab sebagai isteri mahupun ibu dalam menjalankan kerja-kerja dakwah.


Sebagai muslimah-muslimah yang yang memilih untuk memperjuangkan Islam melalui jamaah maka kita perlu mengetahui dengan mendalam mengenai apa yang dikehendaki oleh jamaah. Kita hendaklah beriltizam di tempat bertugas dan setiap suasana hidupnya hendaklah diselaraskan dengan kebaikan dan kepentingan amal dakwah. Setiap amalnya harus menjadi alat dakwah dan usaha atau aktiviti dakwahnya tidak sepatutnya dilemahkan oleh sesuatu perkara lain.


Apa yang penting ialah setiap muslimah yang terbabit dalam perjuangan Islam mestilah memahami dengan jelas matlamatnya dan menepati al-Quran dan Hadith. Mereka mestilah bersedia dengan ilmu, kerana tanpanya segala usaha perjuangan Islam tidak mungkin dapat dijayakan. Firman Allah di dalam surah Az-Zumar ayat 9 yang bermaksud:

“…Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”


Firman Allah lagi di dalam surah Al-Mujadalah ayat 11 yang bermaksud:
“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa darjat…”

Selain daripada itu, para muslimat juga mestilah mempunyai ketahanan iman, sabar, istiqamah dalam menjalankan amal dan berani. Baginya tempat pergantungan sebenar bukanlah daripada orang yang berkuasa di dunia, suami atau orang lain, tetapi Allah s.w.t. Firman Allah di dalam surah Al-Maidah ayat 55-56 yang bermaksud:


“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan solat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya Golongan Allah itulah yang pasti Menang”


Peranan wanita dalam perjuangan Islam sememangnya bermula dalam ruang rumah bersama ahli-ahli keluarga; iaitu suami dan anak-anak. Tetapi tidak bermakna kaki dan tangan mereka terikat di luar rumah sehingga tidak boleh digerakkan untuk kepentingan masyarakat luar, khususnya di kalangan wanita sendiri.

Firman Allah di dalam surah Al-Ahzab ayat 35:
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang beriman, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam kereta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”

Artikel Dari: Portal Komuniti Muslimah -- Hanan.com.my
http://www.hanan.com.my/

25 March 2013 0 comments

Ku serah padaMu Allah..

Assalamualaikum warahmatullah...( coretan yg lama, baru kini blh di publish :))
Lama benar saya meninggalkan laman ini, dan hari ini saya teringatkannya. Terasa ingin mencoret sesuatu di sini.
Ramadhan telah beberapa hari berlalu dan kini kita berada di bulan syawal yang mulia.Bagaimana natijah madrasah Ramadhan kita? Mumtaz, jayyid Jiddan atau Jayyid sahaja? Malang sekali jika natijahnya sekadar Maqbul atau Rasib..Nauzubillah. Semoga amalan dan kebiasaan kita di  madrasah Ramadhan yang telah berlalu akan terus subur di bulan-bulan yang mendatang.
Syawal ke 2 kami menerima kedatangan rombongan meminang adinda Sumayyah, merupakan adik bongsu saya. Alhamdulillah majlis pertunangannya yang serba sederhana namun meriah. Semoga pilihan hati adinda merupakan lelaki soleh yang telah ditentukan Allah dan mampu memimpin bahtera usrahnya nanti.
Bercerita mengenai bab perkahwinan, sudah tentulah saya orang yang seterusnya menjadi mangsa untuk disoal- selidik. Yalah, kiranya adik Sumayyah sudah berumahtangga nanti, tinggal saya seorang yang tiada keluarga lengkap.Ramai juga yang bertanyakan saya bilakah saya akan menamatkan zaman balu ini?(betul tak istilah ni?)
Soalan-soalan tersebut ada masanya agak menyinggung dan mengguris hati saya. Namun, bila ditanyakan, saya hanya mampu tersenyum.Jawapan saya mudah sahaja."Ada jodoh, adalah ketentuan untuk saya". Namun ada masanya, jawapan saya lain pula. :"Saya senang begini."
Hakikatnya, berstatus begini bukanlah sesuatu yang mudah. Berdasarkan pengalaman saya sejak bergelar balu..beberapa kali juga saya telah dilamar, oleh orang yang berbeza dan pelbagai statusnya..Allah! ujian hati buat saya. bukan senang mengharunginya.
Pernah saya dikunjungi oleh sepasang suami isteri, tak silap saya pada syawal yang lepas. Kelihatannya mereka pasangan yang Islamik. Katanya mereka kawan kepada arwah suami saya, namun saya tidak pernah mengenali mereka sebelum daripada itu.Niat kedatangannya untuk menziarahi saya dan anakda Aufa. Sedang berborak, isterinya meminta untuk bertemu saya sendirian.Dia menyampaikan hasrat seseorang yang ingin menjadikan saya isteri ke 2. Masyaallah, antara sedar saya beristighfar. Apa yang lebih mengkagumkan saya, permintaan tersebut adalah datang daripada isteri pertamanya.Ya Allah, Mampukah saya untuk memikul dan menggalas tanggungjawab sebagai isteri ke 2? Cerita yang dibaca dalam cerpen dan novel sebelum ini benar-benar terjadi pada saya.Saya hanya mendengar apa bait-bait yang ingin disampaikan lagi. Saya tidak memberikan apa-apa jawapan, tetapi saya meminta masa seminggu untuk memohon petunjuk Allah.Pada malam tersebut, wanita yang datang siang tadi menelefon saya, dan menyatakan yang sebenarnya dialah yang melamar saya untuk suaminya dan mahu menjadikan saya madunya. Bertambah-tambah debar dihati saya.Saya memikirkan apakah ini kesudahan yg baik buat saya?.Akhirnya setelah memohon bimbingan Allah, saya menolak lamaran tersebut kerana itulah yang sebaiknya.
Sememangnya soal jodoh, ajal maut ini bukanlah perancangan kita. Usaha yang bagaimana pun, andai Allah tidak izinkan maka ianya tidak akan terjadi. Andai Allah akan takdirkan untuk saya seorang Rijal yang mampu membimbing saya, untuk terus membawa saya dan Aufa ke jalan Allah, saya akan mempertimbangkannya. Dia daya untuk saya melakukan ketaatan melainkan semuanya dari Allah...Wallahu alam.



Semua dalam Kesempurnaan

Assalamualaikum warahmatullah...
Alhamdulillah wa syukru lillah atas pelbagai nikmat yang dikecapi saat ini. Syukur juga atas nikmat pinjaman nyawa juga nikmat iman dan Islam yang benar ini.

Alhamdulillah, kiranya sudah 3 bulan masuk ke 2013.Akhirnya baru saya temui jalan untuk menulis kembali di blog ini. Sungguh saya rindukan blog ini.

Pelbagai perkara datang dan pergi dari hidup ini , yang sememangnya sunnah ilahi. Kekadang diri terkesan juga dengan dugaan dan keperitan yang dialami.Luka yang ada sememangnya meninggalkan parut yang tidak hilang.Atau mungkin memakan masa untuk hilang. Itulah ujian duka dalam hidup.

Sedangkan ujian kegembiraan dan kesenangan mudah sekali kita lupakan. Apabila datang kesusahan, kita berkeluh kesah mengenangkan duka.Walhal kegembiraan kita banyak sungguh yang sudah dikecapi. Allah, itulah jiwa yang lemah. Tersangkut dengan buaian dunia yang fana.

2013 merupakan tahun yang biasa bagi saya, biasa dengan rutin. Kesungguhan perlu dikekalkan untuk terus mencari bahagia. Kenangan lama semakin jauh ditinggalkan dan saya perlu lebih berusaha mencari yang terbaik buat diri, juga mereka-mereka yang saya kasihi. 

Sesungguhnya suatu cabaran yang tidak kurang besarnya membesarkan seorang anak tanpa sayap yang utuh. Kekangan kerja di sekolah juga kerja-kerja dakwah yang perlu dilunaskan kekadangnya akan membuatkan saya di dalam dilema. Tambah lagi tanggungjawab terhadap ibu bapa yang tidak harus dipinggirkan. Dilema itu sememangnya sentiasa melingkari saya. Ada kalanya saya mengambil bahagian di sini dan terpaksa meninggalkan yg di sana. Sungguhlah setiap pilihan ada kos lepasnya. Jadi, saya hanya terpaksa membuat pilihan yang berlainan di satu-satu masa. Kata-kata orang yang kekadang meruntun jiwa terpaksa juga ditelan habis. Semoga mereka juga memahami saya.

Semoga usaha kita hari ini akan membuahkan hasil yang setimpal. Kesungguhan dalam usaha, kecekalan dalam jiwa juga kekuatan iman jua lah yang akan memandu kita ke arah kesempurnaan dalam kehidupan. Semoga Allah terus memberikan Taufiq dan HidayahNya kepada saya dan kalian semua..Salam sayang lillah :)

.

.